Laki-laki biasanya memiliki ego yang cukup tinggi dibandingkan
perempuan. Mereka cukup aktif dan tidak terlihat memiliki kecemasan
dalam dalam segala hal. Namun, mereka pun memiliki rasa takut akan
beberapa hal, terutama dalam urusan hubungan dengan pasangan dan masalah
di ranjang.
Berikut 7 ketakutan yang dialami laki-laki dalam
masalah seks dan hubungan dengan pasangan, seperti dikutip dari Times of
India, Senin (6/5/2013):
1. Takut impotensi
Kecemasan
tentang impotensi menempati urutan pertama karena hampir semua
laki-laki mengalami hal ini. Ironisnya, ketakutan itu sendiri merupakan
penyebab terbesar dari impotensi. Dalam 90 persen kasus impotensi,
penyebabnya adalah psikogenik. Hanya dalam 10 persen kasus penyebabnya
adalah biologis.
Tidak ada cara yang bisa memastikan seorang
laki-laki 'akan' ereksi. Hal ini bergantung pada bagaimana respons
mereka dalam menanggapi situasi saat bercinta. Sebagian laki-laki
mungkin akan mengatasinya dengan cara lebih aktif dalam foreplay. Di
balik rasa takut akan kegagalan untuk mendapatkan ereksi, kecemasan yang
paling dasar adalah ditolak. Pemahaman pasangan dan kerjasama memainkan
peran yang sangat penting dalam mencegah timbulnya impotensi
psikogenik.
2. Takut pasangan tidak puas
Citra
perempuan sebagai makhluk yang sering tidak puas dalam hal seks
sebenarnya adalah tidak sepenuhnya benar. Ada variasi yang luas dari
kebutuhan seksual antara laki-laki dan perempuan. Salah satu faktor yang
penting bagi perempuan adalah bagaimana mereka memahami tubuh mereka
sendiri. Mereka tidak bergantung pada tuntutan seksual laki-laki.
Sebaiknya saling paham bahwa masing-masing memiliki kebutuhan seksual
individu.
3. Takut kehilangan kontrol diri
Banyak
laki-laki yang memiliki fantasi rahasia terhadap perempuan lain.
Seringkali laki-laki ragu akan kemampuan mereka menahan dorongan seksual
mereka pada perempuan lain. Kecemasan kehilangan kepercayaan istri
menjadi faktor utama, sehinga mereka dihadapkan pada kebimbangan untuk
memilih antara fantasinya atau pernikahannya.
4. Takut istri mereka tertarik pada orang lain
Suami
yang mendominasi pasti tidak ingin kehilangan istrinya. Dia
terus-menerus merasa cemas bahwa mungkin istrinya telah selingkuh dan
belum ketahuan. Perasaan posesif dan cemburu telah menjadi penyebab
penderitaan yang cukup lama. Seorang istri yang memahami hal ini dan
bisa meyakinkan suaminya, akan memiliki hubungan yang lebih bahagia
dibandingkan jika merespons dengan kemarahan, agresi, dan putus asa.
5. Takut tidak 'normal'
Banyak
laki-laki ingin tahu apakah mereka 'serupa' dengan laki-laki lain dalam
perilaku seksual dan apakah mereka 'normal'. Yang penting adalah baik
suami maupun istri harus memahami apakah pasangan merasa tersakiti atau
tidak. Jika kedua pasangan sama-sama menikmatinya, maka tidak ada yang
salah.
6. Takut ejakulasi dini
ejakulasi dini hampir selalu psikogenik dan terlihat pada laki-laki dari
segala usia. Kecemasan atas kemungkinan terjadi seringkali justru
menjadi penyebabnya. Otak mendapat sinyal bahwa waktunya sudah dekat,
tetapi karena berbagai alasan emosional maka mekanisme penghambat gagal
terjadi. Cara untuk mengatasi yang paling utama adalah pemahaman dari
pasangan. Ini untuk membantu diri mereka dengan menganalisis
kesulitannya dan kemudian belajar untuk melakukan kontrol.
7. Takut ukuran penisnya kecil
Ukuran
selalu dianggap sebagai parameter untuk kejantanan dan kemampuan
seseorang untuk memuaskan pasangannya. Perlu diingat bahwa kepuasan
perempuan tidak bergantung pada ukuran. Sebaliknya, terlalu besar dapat
menjadi masalah, dalam hal ini bisa menyakiti pasangan. Faktanya adalah
sekitar 3-5 cm dari luar vagina merupakan bagian yang sensitif terhadap
rangsangan.
Menanggapi kekhawatiran seksual pasangan dan mau
bekerja sama adalah langkah awal yang paling penting. Namun jika
kecemasan yang berlebihan tetap ada, segera konsultasikan dengan bantuan
konselor.
BACA JUGA :
sumber : detik




0 Komentar